Mantan Honda Sete Gibernau berkata duel sengit melawan Valentino Rossi pada GP Spanyol 2005 membuka pintu manuver kotor diterima di ajang MotoGP.
Rivalitas Rossi vs Gibernau terjalin di dini karier The Doctor di ajang MotoGP. Salah satu insiden yang sampai saat ini masih jadi pembicaraan merupakan duel lap terakhir di Sirkuit Jerez masa 2005.
Rossi menyenggol Gibernau dari posisi dalam di tikungan terakhir buat mencapai kemenangan di MotoGP Spanyol 2005. Insiden itu membuat ikatan Gibernau serta Rossi memburuk.
Gibernau menyesal insiden di Jerez 2005 terjalin tanpa terdapatnya hukuman. Pebalap asal Spanyol itu menyangka manuver kotor Rossi sudah jadi preseden kurang baik untuk MotoGP.
" Aku tidak ketahui berapa kali kita membicarakan tikungan itu, tetapi bersamaan dengan waktu aku terus menjadi paham sehabis insiden itu seluruhnya berganti. Banyak orang memandang manuver[Rossi] itu, serta momen itu membuka pintu buat manuver semacam itu kembali terjalin," ucap Gibernau dilansir dari Motorsport.
Dibaca Juga : Kronologi Khabib Mundur dari UFC 249
" Usai balapan baik aku serta Rossi berpikir apa yang terbaik buat kejuaraan, serta opini aku dapat apapun. Tetapi semenjak dikala itu balapan MotoGP telah berganti, yang aku tidak sepakat[dengan manuver kotor]," sambung Gibernau.
Sehabis insiden Rossi vs Gibernau, Marc Marquez serta Jorge Lorenzo pula ikut serta senggolan di tikungan sama pada MotoGP Spanyol 2013. Marquez bebas dari hukuman dikala mengalahkan Lorenzo.
Gibernau juga percaya manuver kotor itu tidak hendak menemukan hukuman bila kembali terjalin di MotoGP 2020.
" Sejujurnya, aku pikir tidak[akan menemukan hukuman]. Tiap orang memiliki pemikiran sendiri, serta aku melihatnya bagaikan 2 pebalap yang mempertaruhkan nyawa di tikungan terakhir," ucap Gibernau.
" Aku tidak ingin pebalap lain terluka. Itu prioritas utama aku serta gimana aku memandang berolahraga serta balapan. MotoGP telah sangat beresiko, serta kami sepatutnya menjauhi suasana semacam itu," ucap Gibernau.

Komentar
Posting Komentar